Kamis, 12 September 2013

TUGAS EKOPAR 2


1.      Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara

2 
2  
  2. Buatkah sebuah diagram/gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen :
  1. Tranportasi
  2. Cinderamata
  1. Makan dan minum
  2. Tour







      3.   Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, pada tingkat selanjutnya dikeluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- . Berapakah Efek Berganda yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut, dari kegiatan makan dan minum tersebut ?
Diketahui        :
1.      Biaya makan dan minum (Rp.5000 x 5hari)
Rp. 25.000,-
2.      Pengeluaran perusahaan
Rp.   3.350,-
3.      Pengeluaran biaya lanjutan
Rp    2.150,-
4.      Pengeluaran ukuran
Rp.   1.475,-
TOTAL
Rp. 31.975,-

Koefisien Berganda
K
=
Y
E
Y= Rp. 31.975,-
E= Rp. 25.000,-


Rp. 31.975,-/ Rp. 25.000,- = 1,3x (income bertambah 1x lipat)

2.Koefisien Berganda pendapatan Ortodoks

M ortodoks = DS+IS+IDS/ DS

M         =  Rp. 3.350+Rp. 2150+Rp 1.475 / Rp. 3.350 = 2,08x



3.Koefisien Berganda Pendapatan NIR Ortodoks

M Nir      = DS+IS+IDS/ E



M         =  Rp. 3.350+Rp. 2150+Rp 1.475 / Rp.25.000,- = 0,3 X

Selasa, 10 September 2013

tugas 1 EKOPAR



1.                  Apa saja komponen-komponen Neraca Pembayaran ?

Neraca pembayaran (balance of payment) merupakan suatu catatan yang sistimatis mengenai hubungan perekonomian antara suatu negara dengan negara-negara lainnya dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah, serta transaksi keuangan. Neraca pembayaran dibuat berdasarkan tujuan memperlihatkan hubungan perekonomian antara sebuah negara dengan negara lainnya.
Neraca pembayaran luar negeri suatu negara terdiri atas beberapa komponen, yaitu:
Transaksi Berjalan
Transaksi berjalan atau neraca lancar merupakan gambaran ringkas mengenai nilai transaksi baran dan jasa suatu negara dalam kurun waktu satu tahun. Neraca lancar terdiri atas:
1.      Neraca Perdagangan. Digunakan untuk mencatat nilai transaksi ekspor dan impor barang selama satu periode. Ekspor barang dicatat dalam transaksi kredit, sementara impor barang dicatat dalam transaksi debit. apabila ekspor melebih impor, negara tersebut mempunyai surplus neraca perdagangan atau mempunyai saldo positif dalam investasi luar negeri. sebaliknya jika impor melebihi ekspor, negara tersebut mempunyai defisit neraca perdagangan atau memperoleh pengurangan investasi luar negeri.
2.      Neraca Jasa. Neraca jasa merupakan kegiatan jasa yang diselenggarakan suatu negara untuk luar negeri serta yang diterimanya dari luar negeri. nilai kegiatan jasa meliputi jasa pengangkutan, asuransi, perantara perdagangan, perbankan, serta pariwisata.
3.      Neraca non-balas jasa (transfer payment). Neraca ini digunakan untuk mencatat transaksi yang bukan merupakan balas jasa. Sebagai contoh, apabila Indonesia memberikan atau menerima hibah, maka akan dicatat dalam neraca non-balas jasa.
Neraca Modal
Neraca modal merupakan neraca yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pembayaran, seperti bunga, dividen, upah tenaga kerja asing, serta hadiah (grants).
Neraca Penyeimbang
Neraca penyeimbang merupakan rekening penyeimbang atas transaksi berjalan yang mengalami surplus maupun defisit. Dengan adanya rekening penyeimbang ini, jumlah total nilai sebelah kredit dan debit dari neraca pembayaran akan sama.
Selisih Perhitungan
Adanya ketidaklengkapan informasi dan atau transaksi yang tidak tercatat menyebabkan saldo neraca pembayaran tidak sama. Transaksi yang tidak tercatat akan dimasukkan ke dalam bagian selisih perhitungan.

2.         Sebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap Neraca Pembayaran suatu negara ?
Neraca pmebayaran terdiri dari beberapa unsur pokok yang mewakili setiap sektor perekonomian yang terdapat di sebuah negara. Setiap unsur ini akan menjadi sebuah neraca perdagang (Balance of Trade) antara negara yang bersangkutan dengan negara yang lain.

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang menyumbang devisa terbesar setelah sektor minyak dan gas bumi. Neraca perdagangan yang terkait dengan seluruh kegiatan pariwisata di suatu negara disebut dengan Neraca Wisatawan (The Balance of Tourist) atau sering juga disebut sebagai The Tourist Balance.

Secara definitif, neraca wisatawan adalah keseimbangan antara jumlah wisatawan yang masuk ke suatu negara dan jumlah wisatawan yang pergi ke luar negara tersebut beserta seluruh akibat yang ditimbulkannya. Hal ini tentu memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung yang berakibat baik maupun buruk bagi keseimbangan pembayaran sebuah negara.

Secara garis besar ada empat akibat yang mungkin terjadi dari kegiatan pariwisata ini terhadap neraca pembayaran suatu negara. Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:
1.                  Pariwisata menurunkan defisit yang dialami negara
2.                  Pariwisata menurunkan surplus pemabyaran negara
3.                  Pariwisata menambah jumlah surplus neraca pembayaran negara
4.                  Pariwisata menambah defisit yang dialami negara

3.         Apa saran anda mengenai tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan
Keadaan defisit pada neraca wisatawan secara teoritis dapat ditanggulangi dengan cara mengusahakan terciptanya keseimbangan dan, apabila memungkinkan, terciptanya kondisi surplus. Defisit neraca wisatawan dapat terlihat secara nyata disebabkan oleh lebih banyak jumlah wisatawan daari negaranya yang berwisata ke luar negeri dibandingkan dengan jumlah wisatawan asing datang berwisata ke negaranya. Cara yang ditempuh kebanyakan negara adalah meningkatkan in going tourist dan menghambat meningkatnya out going tourist bagi penduduk warga negaranya.

Hal tersebut memang cara yang ampuh untuk menanggulanginya. Namun, pertanyaan yang muncul berikutnya adalah bagaimana cara untuk menghambat meningkatnya jumlah out going tourist?

                       Indonesia merupakan negara dengan pesona wisata yang luar biasa. Segala jenis wisata tersedia lengkap di sini mulai dari wisata budaya, wisata petualang, hingga wisata belanja serta wisata spa. Namun jumlah wisatawan yang berasal dari Indonesia lebih menyukai berwisata ke luar negeri. Hal ini disebabkan harga tiket yang relatif lebih murah apabila ke luar negeri dibanding ke dalam negeri, seperti Jakarta-Thailand dibandingkan dengan Jakarta-Makassar.

Selain itu juga minimnya promosi wisata dalam negeri. Seperti yang kita tahu bahwa masyarakat Indonesia sudah bergantung kepadagadget seperti televisi, handphone, tablet, serta laptop. Demand akan kebutuhan informasi melalui media elektronik seperti ini terus meningkat. Namun, minimnya iklan-iklan mengenai daerah tujuan wisata di Indonesia patut untuk disayangkan. Padahal peluang untuk menerobos masuk melalui media elektronik ini merupakan suatu peluang yang sangat sayang untuk dilewatkan. Mirisnya lebih banyak iklan produk luar negeri dan paket wisata ke luar negeri yang marak bertebaran di media elektronik tersebut, seperti iklan promo tiket pesawat maskapai penerbanganAirAsia ke Thailand.

Pihak insan pariwisata harus lebih memperkuat ikatan dengan pers dan dunia periklanan. Karena menurut saya, media periklanan melalui elektronik akan lebih efektif karena media tersebut sudah seperti oksigen bagi masyarakat kita, "gak bisa hidup kalau gak buka internet".

Tidak hanya satu sisi, kita juga harus melihat sisi wisatawan mancanegara yang datang. Meski kita berusaha meningkatkan jumlah perputaran wisatawan nusantara, namun tak bisa dipungkiri bahwa pasti ada penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri. Apabila insan pariwisata hanya berfokus pada meningkatkan jumlah wisatawan nusantara namun tidak memperhatikan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara, hal tersebut tidak akan berjalan efektif untuk mengurangi defisit neraca wisatawan bahkan bisa dikatakan mustahil untuk menciptakan surplus neaca wisatawan.

Kembali saya menyarankan insan pariwisata Indonesia harus lebih meningkatkan sisi promosi, diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas serta saran dan prasana di daerah tujuan wisata di Indonesia. Untuk hal promosi, kita boleh berguru pada negara tetangga, Malaysia, yang jeli melihat peluang. Mengapa saya katakan seperti itu? Sebagai contoh, Malaysia merupakan sponsor Liga Inggris, ajang sepak bola bergengsi yang ditonton penggila bola seluruh dunia. Disetiap siaran langsung pertandingan tersebut, terdapat umbul-umbul atau banner "Visit Malaysia Truly Asia". Ketika commercial break, diputarkan iklan pariwisata Malaysia. Ketika hal tersebut berlangsung, milyaran mata dari seluruh penjuru dunia melihat iklan tersebut, dan disiarkan ketika pertandingan bergengsi internasional berlangsung. Hal ini tentu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumalah wisatawan mancanegara yang datang ke Malaysia. Indonesia seharusnya lebih berani untuk menyajikan iklan-iklan pariwisata di dunia internasional dengan memperhatikan faktor timing, sehingga iklan-iklan tersebut muncul pada saat prime time dan dapat memberikan imbas yang signifikan.

5.      Carilah masing-masing sebuah contoh dari Neraca Pembayaran dan atau Neraca Wisatawan, lalu         buatlah pendapat atas neraca-neraca tersebut ?



·         Pada Transaksi Berjalan di Triwulan ketiga dan keempat mengalami defisit yang masing-masing sejumlah -564$ dan -350$ .

    ·         Pada Transaksi Modal dan Keuangan di Triwulan ketiga mengalami surplus sebesar 509$ dan di triwulan keempat defisit 4.234$

    ·         Total dari dua hal diatas dapat dilihat di triwulan ketiga dan keempat sama-sama mengalami defisit sebanyak  55$  dan  4.584$

    ·         Pada bagian net errors and omission terlihat di triwulan ketiga mengalami defisit 55$ dan ditriwulan keempat mengalami tidak adanya pemasukan

    ·         Di bagian overall balance juga mengalami defisit di triwulan ketiga dan keempat masing-masing sebesar 89$ dan 4.584$

    ·         Cadangan devisa keseluruhan mengalami surplus di triwulan ketiga sebesar 57.108$ dan di triwulan keempat sebesar 51.011$

Rabu, 04 April 2012

KEDISIPLINAN

  • Bagaimana tahap-tahap mendisiplikan karyawan?
cara-cara di antaranya :

1.      Membuat pola pikir yang modern
Tinggalkan cara lama dalam menyelesaikan pekerjaan, seperti mengancam, membujuk, mengintimidasi, menyalahkan, menyerang keperibadian dan sikap karyawan. Gunakan pola pikir modern agar kerberhasilan karyawan lebih optimal dengan memberikan panutan dalam waktu dan usaha, membagi tanggung jawab dengan komunikasi dua arah dan menemukan kebijaksanaan karyawan dengan memanfaatkan pengetahuan, keahlian dan pengalamannya.
2.      Mengenali manfaat
Manajer biasanya melompati proses manajemen kinerja karena belum mengerti manfaatnya. Padahal manajemen kinerja dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan karyawan berkontribusi bagi sasaran kelompok kerja, sehingga dapat mengurangi pengawasan, meningkatkan produktivitas dan tindakan mendokumentasikan masalah maupun penyelesaiannya.
3.      Mengelola kinerja
Penting sekali untuk merencanakan kinerja dan mengkomunikasikannya berdasarkan pengamatan dan pengumpulan data yang dimiliki termasuk rintangan dan hambatan yang telah dan akan dihadapi.
4.      Bekerja bersama karyawan
Jangan biarkan karyawan merasa diperintah dalam bekerja. Anggaplah karyawan sebagai kontributor sejajar dalam proses manajemen kinerja karena mereka adalah peserta aktif dan antusias dalam menjalankan proses kerja sesuai dengan ketentuan yang diinformasikan kepadanya.
5.      Rencanakan secara tepat dengan sasaran jelas
Perencanaan yang tepat dan jelas akan membantu karyawan dalam memahami prioritas pekerjaan penting dan kurang penting.
6.      Satukan sasaran dengan karyawan
Akan sia-sia seluruh proses manajemen kinerja apabila misi kelompok tidak dihubungkan dengan tanggung jawab karyawan. Sebaliknya, pencapaian misi kelompok akan memotivasi karyawan untuk terus-menerus melakukan peningkatan dan di sisi lain, karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja.
7.      Tentukan insentif kinerja
Insentif yang berbeda kepada tiap performa karyawan yang berbeda dapat memacu kinerja karyawan menjadi lebih baik. Bentuk insentif dapat berupa bonus, kesempatan mendapat pelatihan, promosi, kenaikan upah dan lain-lain.
8.      Jadilah orang yang mudah ditemui
Komunikasi dua arah dapat mengurangi masalah dan membantu penyelesaian masalah dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
9.      Fokuslah pada komunikasi
Selain itu, komunikasi membantu dalam membangun relasi dan motivasi bagi karyawan untuk menciptakan kerja sama yang harmonis.
10.  Lakukan tatap muka
Perkembangan teknologi informasi memang bermanfaat untuk mempercepat dan mempermudah proses pekerjaan, namun jangan sampai interaksi dengan karyawan menjadi berkurang apalagi hilang.
11.  Hindarkan resiko pe(me)ringkat-an
Pemberian peringkat tidak selalu berhubungan dengan perilaku spesifik sehingga akan bersifat subjektif. Oleh karena itu, manajer perlu menjelaskan arti dan memberi pemahaman dari setiap peringkat sebelum pemberian peringkat dilakukan.
12.  Jangan lakukan penggolongan
Penggolongan akan menberikan pengaruh baik dan buruk secara bersamaan kepada karyawan. Sebagian karyawan akan bekerja lebih baik dan sebagian lainnya akan menjadi lebih buruk. Untuk itu perlu menambahkan berbagai unsur dalam penggolongan karywan agar tetap memberikan efek yang positif bagi semua karyawan.
13.  Persiapkan penilaian
Penilaian kinerja karyawan harus dibuat sedetail mungkin agar hasilnya dapat membangkitkan motivasi dan semangat karyawan.
14.  Awali tinjauan secara benar
Walaubagaimanapun, penilaian kinerja karyawan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, cinpatakan suasana nyaman, aman, dan pemahaman tentang pentingnya penilaian karywan bagi organisasi.
15.  Kenali sebab
Manajer perlu mengenali penyebab kinerja karyawan yang tidak maksimal untuk diselesaikan masalahnya dan dioptimalkan kembali pekerjaanya.
16.  Akui keberhasilan
Penghargaan atas keberhasilan karyawan perlu diperhatikan, diakui, dan dihargai.
17.  Gunakan komunikasi yang kooperatif
Bahasa yang kooperatif akan mengurangi konflik dan perasaan bersalah karyawan dalam melakukan pekerjaan.
18.  Berfokuslah pada perilaku dan hasil
Perilaku karyawan tidak selalu mempengaruhi kinerja karyawan, arahkanlah perilaku karyawan kepada kinerja dan produktivitas.
19.  Perjelas kinerja
Umpan balik perlu diberikan kepada karywan agar karyawan tersebut mengetahui saat-saat kinerjanya baik dan kemudian meningkatknnya.
20.  Perlakukan konflik dengan apik
Jangan menggunakan kekuasaan dalam menyelesaikan konflik dengan bawahan, namun, identifikasilah masalah agar proses pemecahan masalah dapat cepat selesai dan menemukan jalan keluar yang baik.
21.  Gunakan disiplin bertahap
Mendisiplinkan karyawan berarti membuat karyawan bertanggung jawab terhadap segala tindakannya dengan menerapkan konsekuansi secara jelas.
22.  Kinerja dokumen
Dokumentasi kinerja karyawan perlu didokumentasikan baik catatan permasalahan kerja maupun keberhasilannya untuk bahan kajian dan perbaikan bagi karyawan dan atasan.
23.  Kembangkan karyawan
Kembangkanlah karyawan sesuai keahliannya karena keahlian di tempat bekerjapun terus-menerus mengalami perubahan.
24.  Tingkatkan terus sistem kerja
Sistem kerja perlu ditingkatkan dan dimodifikasi sesuai dengan tantangan yang dihadapi selama pekerjaan dilaksanakan
  •      Kenapa kedisiplinan karyawan merupakan salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan organiasi
Karena dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan suatu organisasi, diperlukan adanya
para karyawan yang memiliki disiplin yang baik sebagai unsur penting dalam suatu
organisasi. Kedisiplinan itu sangat penting dalam peningkatan kinerja seseorang,
sebab dengan disiplin maka semua tugas akan dapat selesai dengan baik dan tepat
waktu. Karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi, tanpa bantuan
dan peran para karyawan, program kerja yang telah ditetapkan tidak dapat terlaksana
secara efektif dan efisien. Oleh karena itu perlu kerja sama yang terkoordinasi dalam
upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya agar dapat benar-benar
terlaksana.

  • .       Sebutkan Contoh-contoh kedisiplinan dalam organisasi, jelaskan !
Peraturan Perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh Perusahaan, yang di dalamnya memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaan (UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan). Sebuah Peraturan Perusahaan baru dikatakan sah dan mengikat Perusahaan dan Karyawan apabila telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Pengesahan itu dilakukan oleh pejabat yang ditunjuk, yaitu kepala instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/Kota (untuk perusahaan yang terdapat dalam satu Kabupaten/Kota) dan kepala instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan tingkat Provinsi (untuk Perusahaan yang terdapat dalam lebih dari satu wilayah Kabupaten/Kota)
  • MENAATI PERATURAN
 setiap karyawan harus menaati peraturan yang berada di perusahaan, karena peraturan adalah suatu cara untuk mengontrol pekerjaan karyawan. 
         Contoh peraturan dalam perusahaan di antaranya sebagai berikut :
  • Datang tepat waktu
  • Memakai uniform dengan sesuai standar perusahaan
  • Beretika baik
  • Tidak melakukan perbuatan kriminal
  • Menaati perintah atasan
  • Menjaga nama baik perusaan
  • Dll..

 



Sabtu, 24 Maret 2012

The Function of FOM.

A successful Home Office Manager convey the spirit of property hotels for customers. By applying the principles of management, he worked through the front office staff to communicate feelings of warmth, security, care, and efficiency for each guest.Front Office Manager has its own basic elements of effective management practices: employees, equipment, inventory (rooms to be sold), budgets and sales opportunities. Managers are responsible for coordinating the basic elements to achieve the benefits of lodging properties.
Home Office employees must be properly trained to function in the establishment of policy guidelines and lodging. Front Office Managers can not assume that employees know how to perform certain tasks
The most important concept that characterizes the FOM is a team player. The FOM doest not work alone to meet profit goals of the inn property. General Manager to set goals, targets and standards for all departments to follow

Front Office Manager Job Description

Work area is the Front Office Manager Front Office area, Executive floor, and Business center. Summary of Front Office Manager job is creating guest satisfaction, and provide a positive impression on guests in the work area. Front Office Manager reports to the General Manager duties and subordinate staff of the Front Office Manager is the staff of the front office.
The principal tasks of the Front Office Manager is:
a) Selecting, placing, training, and evaluation of front office employees
b) Ensure that all staff in the front office hotel master computer system, phone accepted
       ethical and operational standards in hotel
c) Maintain harmony with sales and marketing work on room rates
d) Welcomes VIP Guests
e) Dealing with guests complaints that can not be resolved by subordinates
f) Make monthly reports on the guest list, the occupancy rate as well as gains and losses in the front office
g) Maintain discipline front office staff by providing warnings and sanctions for violating the provisions
h) Improve the quality and performance of employees who excel denagn rewards
i) Create an annual budget, analyzing operations, and daily hotel revenue from the income side and the average - average room rates

Front Desk Supervisor

Area of Work:
§ Front Office

Job Summary:
Provide reception services in the hotel and departure of guests by providing guidance to staff the front desk as well as control the access code at the front desk computer
.
Main Tasks:
1. Directs operational duties in the front office reception
2. Handle guest complaints that can not be solved by the Front Desk Agent
3. Gave approval for the transaction guests paid out a certain amount
4. Approve the use by the Front Desk Agent housebank
5. Direct the group receiving the preparation steps
6. Schedule of each staff front desk


Source: http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/11/deskripsi-pekerjaan-di-bagian-kantor.html